Rabu, 18 Desember 2013

Kanguru Pohon, hewan asli tanah Papua

Sekilas info binatang ini :

- Nama: latin (Dendrolagus mayri) (kanguru pohon) (lau-lau) (Wondiwoi Tree- kangaroo atau Mayr Tree-kangaroo)

- berat sekitar 9,25 kg.

- Karakter tubuh : Bulunya berwarna hitam suram dengan beberapa bagian yang berwarna kekuningan. Daerah pantat dan tungkai berwarna kemerahan dengan ekor keputihan.

- Habitat : Kanguru ini diperkirakan di daerah hutan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.600 meter dpl. Daerah sebarannya terbatas di semenanjung pegunungan Wondiwoi Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.
- Habitat di atas pohon.

- Makanan : adalah daun dan buah. Selain itu, kanguru khas pulau Papua ini juga memakan biji-bijian, bunga, getah, telur, anakburung, dan bahkan kulit.

- Setatus : Sangat Langka dan Terancam Punah (kritis). Populasi pasti Kanguru Pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri) tidak pernah diketahui. Namun IUCN Red List memprediksi jumlah populasi kanguru pohon ini sekitar 50 ekor individu saja.
Untungnya semua jenis kanguru pohon dari genus Dendrolagus termasuk satwa yang dilindungi dan termuat dalam Lampiran PP No. 7 Tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan satwa yang dilindungi sehingga spesies kanguru pohon yang satu ini, meskipun kurang dikenal, tetap tercantum.

- Klasifikasi ilmiah : Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mamalia; Ordo: Diprotodontia;

- Famili: Macropodidae; Genus: Dendrolagus; Spesies: Dendrolagus mayri.”

Kanguru pohon merupakan hewan endemik yang cuma ada di tanah Papua. Keberadaannya tidak banyak diketahui dan jarang sekali dijumpai karena statusnya yang langka dan nyaris punah.



Jumat, 13 Desember 2013

Potong Jari, Tradisi dari adat pedalaman

Ada yang pernah nonton film DENIAS- Senandung di Atas Awan? Film yang dibuat oleh Ari Sihasale dan istrinya ini sangat menarik karena mengangkat budaya Papua, khususnya yang ada di sekitar pedalaman Papua.

                                                                          film DENIAS


Di salah satu cuplikannya ada kisah dimana mamanya Denias meninggal karena insiden kebakaran. Nah,, setelah itu ada upacara berkabung dan ayahnya Denias harus melakukan tradisi POTONG JARI. Seram banget yah...???... -_-"

Tradisi potong jari mempunya makna yang sangat mendalam bagi masyarakat yang berada di pedalaman. Pemotongan jari ini melambangkan kepedihan dan sakitnya bila kehilangan anggota keluarga yang dicintai. Ungkapan yang sangat mendalam, bahkan harus kehilangan anggota tubuh. Bagi masyarakat pegunungan tengah, keluarga memiliki peranan yang sangat penting.  



                                                                   setelah jari dipotong





Tradisi Potong Jari di Papua sendiri dilakukan dengan berbagai banyak cara, mulai dari menggunakan benda tajam seperti pisau, kapak atau parang. Ada juga yang melakukannya dengan menggigit ruas jarinya hingga putus, mengikatnya dengan seutas tali sehingga aliran darahnya terhenti dan ruas jari menjadi mati, kemudian baru dilakukan pemotongan jari.

Senin, 11 November 2013

Skyline, tinggi aleee :D

Waktunya posting lagi.. sebelumnya sa mau minta maaf karena nantinya bakalan lebih banyak yang di posting mengenai Jayapura. itu karena sa besar di Jayapura jadi lebih banyak cerita dari Jayapura yang bisa sa tulis

Teman-teman kam tahu apa bahasa Inggrisnya Garis Langit??
yoopppss betul skali. Kalau di artikan satu-satu tuh Garis = Line dan Langit = Sky, jadi kalo orang Inggris baca dari blakang ke depan so tong baca akan itu SkyLine.

Skyline ini sebenarnya adalah nama yang diberikan  pada suatu tempat di Jayapura. dari namanya saja mungkin tong bisa tebak kalau tempatnya berada di kawasan ketinggian yang ada di Jayapura.

gambar pemandangan teluk Youtefa


Skyline adalah sebuah nama bukit di Kota Jayapura, lokasi yang tinggi dan berada strategis di hadapan teluk Yotefa dan Kota Abepura membuat tempat ini ramai dikunjungi para penikmat pemandangan alam. 

Skyline ini kalo sore-sore ramai karena banyak dari masyarakat sekitar maupun wisatawan menghabiskan waktu duduk-duduk melihat sun-set sambil minum-minum air kelapa segar yang ada di parapara sekitar Skyline. Parapara kalau mau dibahasa-indonesiakan artinya lapak-lapak atau los-los untuk berjualan, biasanya untuk penjual makanan maupun minuman.


                                                     Parapara tempat jual es kelapa muda

Sedikit yang sa sayangkan dari Skyline itu kalau malam hari tempat ini sangat rawan, khususnya di daerah dekat pemancar maupun jalan baru. Dari dulu tempat itu dikenal sebagai tempat mesum dan mabuk-mabukan sehingga patroli dari pemerintah kota sering merazia tempat itu. Ya semoga kelak kalau saya sudah berdomisili lagi disitu, tempat ini sudah bebas dari lingkungan setan di malam hari :D


                                 daerah Entrop dari atas Skyline tempat TS menghabiskan masa kecil  :D

Rabu, 06 November 2013

Profil Kabupaten Biak-Numfor

Kali ini sa mau memperkenalkan suatu kabupaten di provinsi di Papua. Kabupaten ini unik karena berada di daerah pulau-pulau kecil yang ada di provinsi Papua. Kabupaten ini adalah Biak-Numfor.
Kabupaten Biak Numfor terdiri dari 2 pulau utama yakni Pulau Biak dan Pulau Numfor dan pulau-pulau kecil lainnya. Menurut situs Pemerintah Papua, luas keseluruhan Kab. Biak Numfor adalah 5,11% dari luas wilayah provinsi Papua. Kabupaten Biak Numfor beribukotakan kota Biak yang berada di pulau Biak. Secara administrative, Kabupaten Biak-Numfor terbagi menjadi 19 Distrik, yakni: 
(sumber: id.wikipedia.org)
No.
Distrik
Ibu kota

No.
Distrik
Ibu kota
1
Yomdori

11
Wasori
2
Biak Kota

12
Wombrisaw
3
Bosnik

13
Wasori
4
Korem

14
Sansundi
5
Pai

15
Rodifu
6
Kameri

16
Duai
7
Yenburwo

17
Andei
8
Darfuar

18
Pasi
9
Ammoy

19
Pakreki
10
Yendidori







Untuk mencapai kota biak, ada 2 jalur yang dapat ditempuh para wisatawan yakni melalui udara dan laut. Kabupaten Biak-Numfor memiliki bandara terbesar di Provinsi Papua yang bernama Bandara Frans Kaisiepo. Bandara ini merupakan bandara bekas peninggalan pangkalan udara tentara sekutu di PD II sehingga mampu memuat pesawat-pesawat besar buatan Negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat. Sempat bandara ini melayani rute penerbangan Internasional menuju Los Angeles, Amerika Serikat melalui Negara bagian Hawaii, namun rute tersebut kembali ditiadakan sejak akhir tahun 1990-an. Geliat pembangunan kabupaten Biak-Numfor belakangan ini kembali mencuat setelah adanya wacana bahwa Negara Rusia ingin menggunakan daerah di Kab. Biak untuk meluncurkan satelit terbaru mereka sehingga Rusia mulai menanamkan investasi di daerah tersebut.


Referensi
  • Sistem Politik Tradisional Etnis Byak: Kajian tentang Pemerintahan Tradisional Antropologi Papua, Volume 1. No. 3 Agustus 2003 oleh Dr. J.R. Mansoben, MA
  • Master Wilayah Skema 456 Kabupaten/Kota (Keadaan Desember 2007), halaman 1.398-1.401
  • http://id.wikipedia.org

Senin, 28 Oktober 2013

Mob : Manado Pe Carita

So begini dang, jadi de pe cerita ni ada istri seorang tukang ojek di Nabire kasih tau de pe laki : “napa torang pe tetangga so lebe hebat, dorang so beli tv, kulkas,deng segala macam !!


Kong torang dang? Bolom dapa apa-apa

Kong depe laki bilang :

tunggu jo ada 2 kita pe proyek so mo pica.

Depe istri tanya:

Proyek apa dang itu? Depe laki jawab :

klu bkn ngana pe biji mata, ngana pe kapala yang kita da mo kase pica

Mob : Tete Terlambat ke Pelabuhan

ini ceritanya ada Tete satu mau berangkat pake kapal tapi kapal masuk jam 4 subuh, jadi tete bilang sama cucu nanti kasi bangun Tete jam 4, cucu bilang iyo sip. Dong dua tidur sampe lewat su jam 5 dong dua bangun. Tete dia marah cucu, langsung tete naik ojek ke pelabuhan sampe di sana kapal su jarak 3 meter. Tete lipat kaki celana, taruh ransel di belakang, siap-siap lompat ke kapal, trus orang-orang di pelabuhan bilang Tete ko GILAKAH…Tete bilang EPEN kah… langsung Tete lompat ke tangga kapal, Sampe di atas, Satpam bilang Tete SANTAI SAJA…Kapal BARU mau SANDAR…..


hahahaha.....
 

Kamis, 03 Oktober 2013

Taman Nasional Lorentz

Taman Nasional Lorentz adalah sebuah taman nasional yang terletak di provinsi Papua, Indonesia. Dengan luas wilayah sebesar 25.000 km² Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Taman nasional ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditunjang keanekaragaman budaya yang mengagumkan. 
Taman nasional Lorentz memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terdapat pula beberapa kekhasan dan keunikan adanya gletser di Puncak Jaya dan sungai yang menghilang beberapa kilometer ke dalam tanah di Lembah Balliem

Menuju ke Taman Nasional Lorentz yaitu dari kota Timika ke bagian Utara kawasan menggunakan penerbangan perintis dan ke bagian Selatan menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Sawa Erma, dilanjutkan dengan jalan setapak ke beberapa lokasi. Musim kunjungan terbaik: bulan Agustus s/d Desember setiap tahunnya. 
Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Tenggara dan Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu diantara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Membentang dari puncak gunung yang diselimuti salju (5.030 meter dpl), hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura. Dalam bentangan ini, terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari kawasan vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, dataran rendah, dan lahan basah. Sebanyak 34 tipe vegetasi diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak.

Jenis-jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata.
Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung (± 70 % dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik diantaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).
Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon
Taman Nasional Lorentz ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO dan Warisan Alam ASEAN oleh negara-negara ASEAN
Taman ini masih belum dipetakan, dijelajahi dan banyak terdapat tanaman asli, hewan dan budaya. Wilayahnya juga terdapat persediaan mineral, dan operasi pertambangan berskala besar juga aktif di sekitar taman nasional ini. Ada juga Proyek Konservasi Taman Nasional Lorentz yang terdiri dari sebuah inisiatif masyarakat untuk konservasi komunal dan ekologi warisan yang berada di sekitar Taman Nasional Loretz ini.